#nowplaying : Sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih dikandung badan. Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan Indonesia. Kita tetap setia, tetap sedia, membela negara kita. teterereeeett ♪ ♫ ♬ happy birthday Indonesia (17 agt) have a blast, Ind !! ♥ ♥ ☺

Print Screen Trending Topic pada Twitter

Agustus 17, 2010
DIRGAHAYU Indonesia-kuu
Pada tanggal 17 Agustus 2010, Indonesia merayakan dirgahayunya yang ke-65. Hari ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, dimana umat Muslim sedang berpuasa dan tidak adanya perlombaan-perlombaan di lingkungan RT atau RW seperti biasa.
Seperti halnya di daerah rumah gue, yang biasanya ada berbagai macam perlombaan disamping rumah, tapi hari ini nggak ada.
Tapi gue yakin ini nggak bikin semangat para remaja dan pemuda Indonesia jadi surut, buktinya para remaja dan pemuda Indonesia khusunya pengguna situs jejaring sosial Twitter berusaha membuat #indonesia65 (hashtag indonesia) menjadi trending topic.
Well, gue pengen sedikit membahas tentang bagaimana para pejuang kemerdekaan Indonesia dahulu..
Proklamasi Kemerdekaan tanpa pertumpahan darah, tanpa banyak manusia Indonesia harus menjadi korban, itulah yang diusahakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta dengan bantuan Pak Bardjo, yang sebagai patriot-patriot senantiasa menempatan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongannya.
Bung Karno dan Bung Hatta mengetahui bahwa sejak akhir tahun 1944 Jepang tidak dapat lagi mengimbangi kekuatan militer Sekutu, dan “terpaksa“ harus memberikan kemerdekaan atau berjanji memberikan kemerdekaankepada bangsa di daerah-daerah yang didudukinya, gunamenarik simpati mereka untuk melawan Sekutu. Dengan memperhatikan siaran-siaran radio Belanda, Bung Karnodan Bung Hatta juga mengetahui, jika Sekutu dapat merebut Indonesia, Belanda akan didudukkan kembali olehSekutu seperti kedudukannya sebelum perang. Ini berartiNederlands Indie berdiri kembali.
Karena itu yang menjadi musuh utama ialah Belanda, yang dengan bantuan Sekutu pasti tidak lama lagi akan datang keIndonesia, serta dengan menggunakan Jepang yang sudah kalah sebagai kekuatan yang berkewajiban menjaga keamanan. Dalam keadaan demikian kita akan berhadapandengan 2 kekuatan, yaitu Sekutu/Belanda dan Jepang. Itu harus dicegah. Karena itu Bung Karno dan Bung Hattaharus bersikap lunak terhadap Jepang, dalam arti tidak mengadakan penyerangan terhadap Jepang, dan mendekatipejabat-pejabat Jepang yang ingin menanam kebaikan demihubungan baik antara Jepang dan Indonesia dikelak kemudian hari.
-
Maeda dan kawan-kawannya adalah pejabat-pejabat Jepangyang dimaksudkan itu, yang dalam hal itu mendapat restudari atasannya, Laksamana Shibata, seperti apa yang terjadi dalam pertemuan di Singaraja.
-
Adapun konsensus rahasia yang dicapai antara Bung Karnodan Bung Hatta (atas bantuan Maeda dan kawan-kawannya, didalam kelompok ini termasuk jenderal-jenderal Angkatan Darat Jepang di Jakarta) dengan penguasa Jepang diJakarta kurang lebih sebagai berikut :
-
Pertama, penguasa Jepang pura-pura tidak mengetahuibahwa Indonesia Merdeka akan diproklamasikan, oleh karena itu tidak sempat mencegahnya.
-
Kedua, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, penguasa Jepang secara resmi melakukan protes (tidak setuju) tapi berjanji tidak akan melakukan tindakankekerasan dalam segala bentuk.
-
Ketiga, Bung Karno dan Bung Hatta berjanji, naskahProklamasi Kemerdekaan akan disusun sedemikian rupa, sehingga tidak memuat kata-kata yang dapat menghasutmasyarakat untuk menyerang orang-orang Jepang, dan jugatanpa kata-kata yang menandakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan dinyatakan dalam rangka pelaksanaan tugasdari Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
-
Perlu diingat, dalam persetujuan penyerahan Jepangkepada Sekutu terdapat ketentuan, bahwa Jepang harusmempertahankan keadaan status quo. Teks Proklamasi(lihat teks Proklamasi di atas) disusun antara lain juga memperhatikan ketentuan tersebut.
-
Kita mengetahui, konsensus itu telah dilaksanakan. Dannaskah Proklamasi yang pendek dan padat itu sesuai dengan harapan Jepang.
-
Kita juga menyaksikan, Jepang pada tanggal 17 Agustus 1945 dan seterusnya tidak melakukan kekerasan di Jakarta.Bahkan beberapa orang Jepang, diantaranya Laksamana Shibata di Surabaya menyerahkan banyak senjata kepada kita. Juga banyak pejabat Jepang dengan sukarelamenyerahkan jabatannya kepada wakilnya, berkebangsaanIndonesia, seperti jabatan Residen diserahkan kepada wakilnya yang berkebangsaan Indonesia.
-
Tapi ada juga yang kita sayangkan karena lengah: PETA(Tentara Pembela Tanah Air terdiri dari orang-orangIndonesia yang dibentuk oleh Jepang, untuk membantuJepang di medan perang) praktis sudah dibubarkan padadetik Proklamasi. Daidancho (komandan batalyon berpangkat mayor) PETA Jakarta dan para daidancho lainnya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu tidak ada di tempat, tapi dikumpulkan di Bandung (?), dan senjata-senjatanya sudah diamankan oleh pihak Jepang. (Sumber: dicuplik dari buku berjudul “Saksi Sejarah“ oleh Dr. R. Soeharto).
Konsep (draft) asli teks proklamasi yang ditulis oleh Bung Karno
Naskah Proklamasi yang diketik oleh Sajuti Melik dan telah ditandatangani Soekarno-Hatta. Naskah asliproklamasi ini ditempatkan di Monumen Nasional (Monas)Jakarta.
That's the story, guys..
Thanks for the attention to read my blog ;)
Leave comment if you interesting
With my heart,
Satya Windy
Diposting oleh
swindys
di
13.18
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar